Kenali Mengapa Anak Susah Diajak Belajar?

sumber : freepik.com

Setiap orang tua pasti senang melihat anaknya memiliki semangat dalam belajar. Beberapa anak memang harus ada treatment khusus dari orang tua untuk membantu menumbuhkan semangat belajar. Tentunya hal ini tidak selalu berjalan mulus seperti jalan tol. Adakalanya, seorang anak bahkan tidak mau untuk belajar meskipun orang tua sudah berusaha semaksimal mungkin. Tentunya sangat memusingkan, bukan? Namun, jangan langsung memarahi anal ya, Sobat Parents Lesin Aja! Karena mungkin kesalahan seutuhnya bukan ada diri sang anak. Bisa jadi, treatment yang sudah diberikan salah dan malah membuat anak susah diajak belajar. Lalu, apa kemungkinan penyebab anak susah diajak belajar? Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini ya. Sobat Parents Lesin Aja!

  1. Kondisi Emosional Anak yang Kurang Baik

Kemungkinan anak susah belajar yang pertama adalah adanya gangguan emosional. Kondisi emosional sangat berpengaruh pada motivasi belajar anak. Jika suasana hati anak memburuk dan motivasi belajar menurun tentunya akan mengganggu performa akademiknya. Faktor yang menyebabkan adanya gangguan emosional bisa jadi sang anak memiliki masalah dengan temannya di sekolah, kelelahan, bahkan merasa terlalu dipaksa belajar di sekolah maupun di rumah, dan lain-lain. Orang tua dapat mengatasinya dengan bertanya alasan mengapa ia tidak mau belajar kemudian membicarakan secara baik-baik untuk mencari jalan keluar yang tepat. Terlalu menekan anak untuk belajar juga tidak baik. Hal itu bisa jadi malah akan menurunkan semangat belajar anak dan hasil belajar tidak maksimal. Sebaiknya orang tua menunggu agar kondisi emosional anak membaik terlebih dahulu agar hasil belajar yang didapatkan juga maksimal

      2. Gaya Belajar yang Salah

Setiap anak tentunya memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang memiliki gaya belajar auditori, kinestetik, ataupun visual. Orang tua perlu mengenali gaya belajar sang anak agar dapat membantunya memahami pelajaran dengan baik. Mulai kenali gaya belajar anak sejak dini dari cara mereka mempelajari hal baru, misalnya jika anak lebih senang membaca buku sendiri dibanding didongengi, maka gaya belajar anak adalah visual. Setelah mengetahui gaya belajar anak, orang tua perlu mengarahkan mereka sesuai gaya belajar yang ia miliki. Jika anak memiliki gaya belajar auditori, maka untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, ajari mereka dengan membacakan materi yang ada dalam buku pelajaran. Begitu pula penyesuaian gaya belajar yang lain.

      3. Timing yang Kurang Tepat

Kemungkinan lain anak susah diajak belajar adalah karena memang di waktu yang kurang tepat. Orang tua harus membuat kesepakatan bersama dengan sang anak untuk menentukan kapan ia bermain, istirahat, dan belajar. Ketika orang tua menyuruh anak belajar pada waktu yang memang mereka gunakan istirahat, tentunya anak akan menolak. Oleh karena itu, penting untuk membuat kesepakatan waktu dengan sang anak kapan waktu belajar.

 

Hai Sobat Parents Lesin Aja! Daftarkan anak Anda sekarang juga di bimbel Lesin Aja. Dengan waktu yang fleksibel, membuat anak dapat menentukan waktu belajar mereka sendiri. Caranya gampang banget, loh! Tinggal klik ini akan langsung diarahkan ke cp pendaftaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *